Trik dan cara Membaca Pikiran dan Mengetahui Isi Hati Orang Lain
Tips menjadi pembaca pikiran yang
menarik
bagaimana agar kita bisa menjadi seorang
pembaca pikiran yang ulung? Berikut langkah-langkahnya:
Kenalilah orang lain sebanyak mungkin. Semakin banyak
orang yang kita kenal, maka dengan sendirinya kemampuan membaca pikiran kita
akan meningkat.
Mintalah umpat balik mereka. Eksperimen
menunjukan bahwa kita dapat mengasah kemampuan membaca pikiran dengan cara
meminta umpan balik (menanyakan) dari apa yang kita tebak.
Perhatikan mimik wajah orang yang
kita ajak bicara. Emosi yang palsu biasanya tergambar pada bagian bawah wajah
sedangkan emosi asli terlihat pada bagian atas wajah terutama pada mata.
Ekspresi. Semakin kuat
ekspresi yang kita arahkan pada lawan bicara, maka akan semakin jelas pula kita
mengetahui kondisi emosional dari seseorang.
Bersikap dengan santai. Maksud santai
disini adalah, jika kita merasa tegang maka lawan bicara akan merasa tegang
pula dan sebaliknya.
Arti dari isyarat
mata
Isyarat mata yang sedang berbohong. Sorot mata yang
sedang berbohong mengundang tanda tanya. Seseorang yang berbohong akan menatap
mata Anda hanya beberapa detik saja, mereka lebih banyak menunduk dan
memalingkan pandangan kearah gambar yang ada pada dinding rumah Anda.
Isyarat mata tertutup. Isyarat
memejamkan mata yang tanpa disadari berarti mereka ingin memalingkan diri dari
Anda. Ada dua makna dari isyarat ini, yang pertama ia merasa bosan dengan Anda
dan yang kedua ia merasa hebat dari Anda.
Isyarat tatapan intim. Jika Anda
tertarik pada seseorang, tanpa disadari mata Anda sudah memasuki tatapan intim.
Tatapan ini bermula mengarahkan pandangan yang tertuju pada mata lalu hiding,
mulut kemudian turun sampai kilayah dada.
Isyarat tatapan formal (bisnis). Hasil dari
penelitan menunjukan bahwa pada saat orang-orang mengadakan rapat bisnis
tatapan ini sering terjadi. Tatapan ini hanya berkeliaran pada wilayah mata dan
dahi, tatapan ini menandakan keseriusan seseorang yang sedang berbisnis.
Isyarat tatapan sosial. Tatapan ini
terjadi pada kehidupan kita sehari-hari. Lintasan tatapan ini hanya tertuju
pada daerah belah mata, hidung dan mulut.
Isyarat melirik dengan sekilas. Ada dua makna
alternatif dari lirikan sekilas ini, yang pertama jika alis terangkat disertai
dengan senyuman, bermakna rasa simpati. Namun sebaliknya jika lirikan itu tanpa
terangkatnya alis disertai mulut yang mengatup bermakna ia membenci Anda.
Cara Mendeteksi
Kebohongan
Mendeteksi kebohongan sangat membantu
Anda dalam kehidupan sehari-hari. Lihatlah gerak-gerik lawan bicara dengan
memperhatikan mata dan senyumannya. Berikut tanda-tanda yang menunjukan orang
yang sedang berbohong.
Posisi Tubuh. Posisi tubuh
dapat menjadi pedoman seseorang yang sedang berbohong, karena disadari atau
tidak disadari ada hubngan kuat antara pikiran dengan ekspresi tubuh
Kegelisahan pada tubuh. Kegelisahan ini
dapat diamati dengan berbagai cara, tergantung dari tipe orangnya. Kegugupan
seseorang terjadi ketika ia sedang berbohong, dengan hanya melihat sepintas
saja kegugupan sangat mudah diamati.
Aksi sok akrab. Tindakan sok
akrab sering terjadi ketika seseorang yang berbohong, misalnya dengan menepuk
pundak, menyentuh atau mendekatkan diri. Dia akan berusaha mengalihkan
perhatianya agar tidak terlihat separate berbohong.
Gerakan tubuh tanpa disadari. Misalnya dengan
menggoyangkan tangan diatas meja, mengerakan kaki dengan kedua paha saling
menekan dengan serempak.
Perubahan cara bernafas. Setiap
kebohongan, detak jantung meningkat dan nafaspun menjadi cepat (menandakan
kecemasan). Peneliti telah banyak membuktikan kebohongan dengan mendeteksi pola
jantung dengan alat pendeteksi kebohongan.
Posisi yang tiba-tiba berubah. Misalnya ketika
lawan bicara menyilangkan kaki, lalu ketika akan menjawab pertanyaan, ia
merubah posisi kakinya. Ini menandakan ketidaknyamanan ketika ia berbohong.
Senyuman palsu. Senyuman sangat
melekat pada keakraban dan kepercayaan, dan disalahgunakan oleh para pembohong.
Si pembohong biasanya akan sering tersenyum secara tiba-tiba.
Ekspresi wajah yang tidak sesuai
dengan konteks pembicaraan. Pembohong biasanya hanya fokus pada pikirannya sendiri
yang selalu berusaha mencari-cari cara yang tepat agar pembicaraan segera dapat
dihentikan.
0 comments:
Post a Comment